SMART CAMPZ

Smart Magazine in Campz (STKIP)

A LITTLE BIT ABOUT SMART

Smart didirikan secara resmi pada tanggal 12 Januari 2008 di STKIP PERSIS oleh divisi HUMAS dan Publikasi BEM STKIP Persatuan Islam yang merasa perlunya wahana untuk menyalurkan ide, berbagi pemikiran kreatif, dan hasil kreasi positif mahasiswa serta berita-berita yang dikemas khusus untuk lingkungan mahasiswa sebagai insan akademis khususnya mahasiswa STKIP PERSIS. more

VISI MISI TUJUAN

Merasa perlu adanya visi, misi, dan tujuan dalam penggarapan majalah kampus ini maka setelah mengadakan rapat bersama struktural redaksional diatas maka terbentuklah visi, misi, dan tujuan kita dalam menggarap majalah kampus ini yaitu sebagai berikut... more

Karena Aku Ingin Berbeda

Iman… kata itu yang paling tepat untuk kita jejalkan dalam pikiran kita, untuk kita tancapkan kuat-kuat dalam sanubari kita ketika ada instrumen dan statement dari seorang Muhammad Rosulullah saw demi menjaga akidah dan kesucian Dienul Islam. Iman yang diikuti “Sami’ na wa atho’na”… keimanan yang diikuti ilmu dan amal. Termasuk ketika menjaga kemurnian aqidah Islam supaya tidak terkontaminasi oleh Millah (gaya hidup) ahli kitab; Yahudi dan Nashrani yang membuat kusam rona wajah dan wijhah Islam. Seperti perayaan Valentine’s day pada 14 Pebruari.

Ketika Rosulullah saw tinggal di Madinah, beliau mendapati orang-orang sedang riang merayakan dua hari yang pada hari tersebut penduduk Madinah bermain berkelakar bersama kerabatnya. Rasul saw bertanya: Hari apakah ini? Mereka menjawab: Ya rasulullah, pada masa Jahiliah kami terbiasa merayakan dua hari ini. Jawab Rosulullah: Sesungguhnya Allah swt telah mengganti bagi kalian hari yang lebih baik dan mulia untuk dirayakan yakni Yaumil Adha dan Yaumil Fitri. [H.R. Abu Daud no 1131]

Menurut para ahli hadits, dua hari yang dirayakan penduduk Madinah tersebut adalah:

1. Hari Nairuz. Yaitu hari perayaan awal tahun Syamsiah pada kekasiaran Parsi
2. Hari Mahrojan “Ihtifalul ‘Adzin”. Yaitu hari kebesaran bangsa Arab pada masa Jahiliah.

Hadits diatas menjadi dalil bahwa memperingati hari Nairiuz dan Mahrojan serta hari-hari yang lainnya yang dijadikan hari raya orang-orang kafir terlarang untuk diperingati oleh kaum Muslimin. [‘Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi daud jilid 6 hal 480]

Dalam hadits yang lain riwayat Abu Daud. Dari Ibnu Umar, Rosul saw bersabda: “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka orang tersebut termasuk bagian dari kaum yang diserupainya”. Di riwayat lain dari Ibnu Mas’ud, Rasul saw bersabda: “Barang siapa ridha kepada perbuatan suatu kaum maka orang itu termasuk kaum tersebut”.

Orang yang menyerupai amal ibadah atau keagamaan diluar agama Islam, tentulah bukan orang Islam. Orang yang melakukan ibadah tidak menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah maka bukanlah dari Ahli Sunnah wal Jama’ah. Orang yang pergaulannya, pakaiannya, gayanya tidak bercorak Islam, tidak pantas mereka dianggap sebagai orang Islam pada dzahirnya. Islam menuntut kaum Muslimin dapat dikenal sebagai Muslim dengan melihat tanda-tanda dzahirnya. Adapun iman dan batinnya Allah swt lebih mengetahui. Jika Muslimin sendiri tidaka mau menampakkan syi’ar Islam, maka apa arti penyesalan bila kita tenggelam dan lebur dibawah syi’ar lain yang tidak diridhoi Allah swt.

Sobat… jangankan mengikuti, kebetulan sama pun dengan orang-orang kafir Nabi tak sudi. Dengan diplomatis Nabi saw berkata: “Ana uridu an ukhaalifahum…” Aku ingin benar-benar berbeda dengan mereka (orang-orang Yahudi dan nashrani). Tak perlu ini sobat bila kita tidak ikut serta menyemarakkan Valentine’s day. Berbahagialah… karena agama kita, adalah agama kasih sayang yang dihari-harinya penuh kasih dan cinta.




Postingan yang berhubungan dengan artikel di atas:



0 comments:

Post a Comment

Give your best comment!

Silahkan berkomentar sesuai dengan pembahasan artikel di atas!

Thank you - Terimakasih - Hatur Nuhun!



 
We going move to SMART.stkip-persis.ac.id